Rabu, 19 November 2014

Pintu rumahku

Dear kamu,
Malam ini aku berteman dengan secangkir kopi. Sendirian menikmati air yang jatuh ke bumi. Dalam hilang ini seketika memori datang kembali. Wajah itu terngiang lagi..

Setiap hari aku bertemu dengan rindu. Bukankah rasa ini lucu? berharap kau ikut merajut mimpi.

Namun apa yang bisa aku perbuat? Aku terlalu takut. Kau pun tak menjawab. Logika ini menegurku. Tapi bagaimana dengan rasaku? Andai saja aku bisa menutup pintu ini.

Mungkin kau malu. Mungkin pintu ini memang tak seharusnya ku buka dari awal. Tak semestinya aku berharap kau singgah dan menempati rumah ini. Tak semestinya aku begini..

Sepertinya aku memang harus pergi. Lama waktu ku tutup pintu untukmu pun aku tak tau. Pintu lain sedang berbunyi memanggil namaku. Bukannya aku tak mau menunggu. Kau yang tak konfirmasi, kenapa harus ku tunggu? Bodohnya aku yang selalu terlambat mengerti.

Masih ku tunggu sikapmu, mohon jangan terlambat. Aku menyukaimu.

Kamis, 18 September 2014

Sudut Kacamata

Kemarin aku melihatnya sedang berjalan di depanku sewaktu aku sedang sibuk mengerjakan desain snapback untuk bisnis clothingku. Lagi lagi aku merasa bisa menyadari sosok kehadirannya kalo dia lagi ada di sekitarku padahal aku sedang sibuk banget waktu itu. Entah kenapa akhir akhir ini aku sensitif sekali. Dia itu cewek berkerudung yang manis banget, lucu, mandiri, judes, cuek, suaranya cempreng, kalo ngomong cepet banget gak pake spasi haha.

Tapi sekarang aku tidak akan mengejarnya lagi, aku cuman bisa memperhatikan kegiatannya dari jauh. aku baru sadar kalo cinta itu dibuktikan bukan dengan sekedar memberi perhatian lebih tetapi dengan masa depan. Aku yang sekarang bukan seseorang yang pantas untuknya. Aku harus sukses dulu, aku harus berhasil menggapai impianku dulu. Aku akan belajar lebih giat lagi, berbisnis dengan lebih tekun lagi biar cepet sukses. Setelah itu aku akan mengejarmu lagi bila masih cukup waktuku. Thanks for all you've done to me.

Wakeup and be awesome.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Terimakasih ya cha..

sudah 11 hari ini statusku jomblo hihi. iya, tanggal 5 agustus kemaren aku diputusin sama icha. pernah sih aku ajakin dia balikan tapi dianya gamau, katanya masih pengen sendiri. oke deh.

aku sama icha putus itu masalahnya kompleks banget, mungkin karena dia udah bosen dan egonya gamau kalah. oh iya, aku juga sering lama bales chatnya soalnya aku lagi sibuk juga cari duit, itupun kan manfaatnya buat kami berdua kelak. maklum lah, kami pacaran udah 30 bulan lebih 5 hari lamanya. pantes aja kalo dia ngerasa gitu. kadang aku mikir, apa dia gak mikirin aku juga ya? apa dia nggak tau kalo aku juga ngerasain hal yang sama? bukankah berpisah karena suatu kebosanan adalah hal yang klasik dan childish banget ya? gimana kalo besok nikah, terus punya anak masa cerai cuma gara gara bosen dan gak bisa ngontrol ego? hmm.

setelah dipikir pikir ternyata aku emang harus move on, apalagi setelah ngeliat dia upload foto selfie yang menurutku bitchie banget..meskipun masih sayang sih tapi apa boleh buat. gaenak rasanya terlalu mikirin cewek yang sudah nggak ada perasaan sama kita.

awalnya asli canggung banget rasanya jadi jomblo haha. ini seriusan kampret, bukannya sombong. jadi gaenak rasanya pulang sendirian, makan diluar sendirian, nonton film di bioskop sendirian, chatting juga ke akun sendiri..huft. aku bener bener gatau harus mulai ngerjain aktifitasku darimana setelah bangun tidur, aku gatau gimana rasanya hidup ini tanpa icha..

alhamdulillah sekarang aku tersadar haha. omong kosong lah soal cewek. aku sadar kalo beberapa hari ini aku bodoh banget. akhirnya yah.. aku nemu jalan itu. aku harus memperbaiki nilai ipku, rajin nabung, dan giat berbisnis. aku harus bisa sukses, harus bisa jadi young entrepreneur tanpa bantuan duit dari ortu. toh setelah dipikir pikir, kalo aku sukses pasti banyak cewek yang dateng dengan membawa janji janji yang lebih bagus daripada janji icha dulu. pasti akan ada lagi cewek yang bisa berpegang teguh sama komitmen berpasangan yang aku buat.

well, terimakasih ya cha buat semuanya. makasih dulu udah mau direpotin sama orang bego ini. makasih buat supportnya selama ini. dan terimakasih udah pernah mau jadi cewek terhebat dalam hidup cowok yang rapuh ini. aku gak akan pernah ngelupain semuanya kok, aku hanya akan meninggalkan semua kenangan itu.

life is calling me now.
wake up and be awesome.

Kamis, 19 Juni 2014

Setelah Resign dari DetEksi Jawa Pos

Awal bulan april lalu aku sudah resmi keluar dari perusahaan media cetak tempatku bekerja dulu. Sebenernya aku terpaksa resign...lho? yah karena aku masih nyaman bekerja dengan kawan-kawan disana, masih nyaman dengan sibuknya kuliah sambil bekerja, dan aku pengen nyobain rasanya jadi editor. Tetapi setelah melalui banyak pertimbangan, yah akhirnya gini deh...jadi mahasiswa biasa lagi sambil jualan donat. "donatnya om, donatnyaaaaa...mau donat om?" hahaha

Rindu kepada kawan-kawan kantor baru terasa selang seminggu setelah aku resign, rindu kepada atasan-atasanku yang galak baru terasa selang 2 minggu setelah aku resign, rindu dengan bodi mulus dan manis wajahnya resepsionis gedung graha pena malah baru terasa selang 3 minggu setelah aku resign *sigh*. Rasanya gak enak banget kalo gak ada kesibukan kawan-kawan, gaenak nganggur karena sebelumnya udah terbiasa dari pagi sampe tengah malam sibuk terus. Bukan lebay juga sih sebenernya, tapi emang gitu rasanya. kalo gak percaya silahkan cobain deh. disana ada kamera, disebelah sana ada kamera juga, kalo nggak kuat tolong lambaikan tangan ke kamera. silahkan beruji nyali dengan kesibukan.

2 minggu setelah resign dari Jawa Pos, aku bersama kawan kampus mendirikan komunitas pembuat dan penikmat film. Kerjaannya ya diskusi dan bikin film-film pendek gitu, keren kan? haha. Nama komunitas filmnya adalah Conspiration Studio, karena tujuan awal dari para foundernya adalah berdiskusi dan membuat film pendek yang berkonsep dan bertemakan dengan penuh konspirasi di dalemnya. wuih semakin keren kan. Mau tau siapa foundernya? mereka adalah aku sendiri, yudha dan ahong. semua foundernya adalah mahasiswa aktif S1 angkatan 2012 psikologi unair.

Terus gimana bisnis donatku dulu? jadi ceritanya setelah resign dari jawa pos, aku langsung berfokus ke "Cube Donuts" (nama donatku). Aku memulai semuanya dengan baru dan mulai dari awal bersama yudha. dimulai dengan melantik reseller baru, menitipkan dagangan ke stan-stan, ngajakin egik (sahabat karib di rumah) buat jadi operatornya reseller plus merangkap juga sebagai marketing, dan juga pernah sampe bikin-bikin poster promosi dan stiker gitu haha. Tapi kami capek dengan pihak produsen karena pesenan banyak yang telat, terus kadang tiba-tiba mesin mereka rusak. Jadi kami (aku sama Yudha) memutuskan untuk berpindah bisnis, tapi sebelum itu kami harus punya duit dulu biar modalnya banyak. Jadi atas dasar ide dari temen kampus kami yang namanya Budi, aku sama Yudha mendirikan Event Organizer sebagai mesin pembuat modal kami. Berbekal dari pengalamanku bekerja sebagai anak event di deteksi dulu dan pengalaman manajemenku dan Yudha sebagai owner Cube Donuts dulu, kami siap membentuk perusahaan ini yang baru-baru ini dilantik dengan nama BELVA. Diambil daari bahasa latin yang artinya keindahan, filosofinya kami ingin membuat perusahaan ini dengan indah, bukan hanya hasilnya, tetapi juga proses kinerja dari anak-anak keren di dalam perusahaan ini.

Cukup sekian ceritaku. Wake up and be awesome :)