Kamis, 19 Juni 2014

Setelah Resign dari DetEksi Jawa Pos

Awal bulan april lalu aku sudah resmi keluar dari perusahaan media cetak tempatku bekerja dulu. Sebenernya aku terpaksa resign...lho? yah karena aku masih nyaman bekerja dengan kawan-kawan disana, masih nyaman dengan sibuknya kuliah sambil bekerja, dan aku pengen nyobain rasanya jadi editor. Tetapi setelah melalui banyak pertimbangan, yah akhirnya gini deh...jadi mahasiswa biasa lagi sambil jualan donat. "donatnya om, donatnyaaaaa...mau donat om?" hahaha

Rindu kepada kawan-kawan kantor baru terasa selang seminggu setelah aku resign, rindu kepada atasan-atasanku yang galak baru terasa selang 2 minggu setelah aku resign, rindu dengan bodi mulus dan manis wajahnya resepsionis gedung graha pena malah baru terasa selang 3 minggu setelah aku resign *sigh*. Rasanya gak enak banget kalo gak ada kesibukan kawan-kawan, gaenak nganggur karena sebelumnya udah terbiasa dari pagi sampe tengah malam sibuk terus. Bukan lebay juga sih sebenernya, tapi emang gitu rasanya. kalo gak percaya silahkan cobain deh. disana ada kamera, disebelah sana ada kamera juga, kalo nggak kuat tolong lambaikan tangan ke kamera. silahkan beruji nyali dengan kesibukan.

2 minggu setelah resign dari Jawa Pos, aku bersama kawan kampus mendirikan komunitas pembuat dan penikmat film. Kerjaannya ya diskusi dan bikin film-film pendek gitu, keren kan? haha. Nama komunitas filmnya adalah Conspiration Studio, karena tujuan awal dari para foundernya adalah berdiskusi dan membuat film pendek yang berkonsep dan bertemakan dengan penuh konspirasi di dalemnya. wuih semakin keren kan. Mau tau siapa foundernya? mereka adalah aku sendiri, yudha dan ahong. semua foundernya adalah mahasiswa aktif S1 angkatan 2012 psikologi unair.

Terus gimana bisnis donatku dulu? jadi ceritanya setelah resign dari jawa pos, aku langsung berfokus ke "Cube Donuts" (nama donatku). Aku memulai semuanya dengan baru dan mulai dari awal bersama yudha. dimulai dengan melantik reseller baru, menitipkan dagangan ke stan-stan, ngajakin egik (sahabat karib di rumah) buat jadi operatornya reseller plus merangkap juga sebagai marketing, dan juga pernah sampe bikin-bikin poster promosi dan stiker gitu haha. Tapi kami capek dengan pihak produsen karena pesenan banyak yang telat, terus kadang tiba-tiba mesin mereka rusak. Jadi kami (aku sama Yudha) memutuskan untuk berpindah bisnis, tapi sebelum itu kami harus punya duit dulu biar modalnya banyak. Jadi atas dasar ide dari temen kampus kami yang namanya Budi, aku sama Yudha mendirikan Event Organizer sebagai mesin pembuat modal kami. Berbekal dari pengalamanku bekerja sebagai anak event di deteksi dulu dan pengalaman manajemenku dan Yudha sebagai owner Cube Donuts dulu, kami siap membentuk perusahaan ini yang baru-baru ini dilantik dengan nama BELVA. Diambil daari bahasa latin yang artinya keindahan, filosofinya kami ingin membuat perusahaan ini dengan indah, bukan hanya hasilnya, tetapi juga proses kinerja dari anak-anak keren di dalam perusahaan ini.

Cukup sekian ceritaku. Wake up and be awesome :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar